Filed under: Uncategorized
ini adalah foto kami sewaktu kami masih anak-anak.he.he.he.he……
Filed under: Uncategorized
NAMA : ROSI SYAFRIDA YENI
NO BP : 407 011
ALAMAT : LUBUK BASUANG
NO HP :081374
NAMA : DESI NURHAYATI
NO BP : 407 103
ALAMAT : PARIAMAN
NO HP :08
NAMA : OKTI ROZALIA
NO BP : 407 098
ALAMAT : MUARO LABUAH
NO HP : 08
NAMA : SOFIA HELDENI ALMA
NO BP : 407 225
ALAMAT : SOLOK
NO HP : 08
NAMA : ISMI NAHDATUL FAHMI
NO BP : 407
ALAMAT : LUBUK BASUANG
NO HP : 08
NAMA : RAHMAYANI
NO BP : 407 077
ALAMAT : BUKIT TINGGI
NO HP : 08
NAMA : SRIVIKTI SAUMITA
NO BP : 407 224
ALAMAT : SOLOK
NO HP :
NAMA : SUHATRI HARIYANI
NO BP : 407 066
ALAMAT : SOLOK
NO HP :
NAMA : SYAFNI DARMAWATI
NO BP : 407 062
ALAMAT : PAYOKUMBUAH
NO HP :
NAMA : NURLATIFA
NO BP : 407 070
ALAMAT : TALANG BUNGO
NO HP :
NAMA : NINING FATMA SUCITRA
NO BP : 407
ALAMAT : PAYOKUMBUAH
NO HP : 081374991928
NAMA : SISKA RAMAYANTI
NO BP : 407 076
ALAMAT : PASAMAN TIMUR
NO HP :
NAMA : WIDIA ASTUTI
NO BP : 407
ALAMAT : ACEH
NO HP :
NAMA : RISKI MILA SARI
NO BP : 407 031
ALAMAT : MUARO LABUAH
NO HP :
NAMA : RABBA’ANI
NO BP : 407
ALAMAT :
NO HP :
NAMA : ROZA RAHMA FITRI
NO BP : 407
ALAMAT : PADANG
NO HP :
NAMA : HARZALENA
NO BP : 407 081
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : SITI HAFSAH NASUTION
NO BP : 407 122
ALAMAT : MEDAN
NO HP :
NAMA : JEFRI NALDI
NO BP : 407 045
ALAMAT : SIJUNJUNG
NO HP :
NAMA : FEBRINO
NO BP : 407 025
ALAMAT : AGAM
NO HP :
NAMA : HUSNAN
NO BP : 407 206
ALAMAT : PARIAMAN
NO HP :
NAMA : RUSDI HARTO
NO BP : 407 040
ALAMAT : MUARO LABUAH
NO HP :
NAMA : AYUNDA IRSYAD
NO BP : 407 061
ALAMAT : SIJUNJUNG
NO HP :
NAMA : CHECHEN ARIESCO
NO BP : 407 233
ALAMAT : PAYOKOMBUAH
NO HP :
NAMA : YONIZA ETRISNO
NO BP : 407
ALAMAT : SUNGAI NANAM
NO HP :
NAMA : AFDAL YUSRA
NO BP : 407 165
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : IDHAM KHALIK
NO BP : 407 037
ALAMAT : MUARO BUNGO JAMBI
NO HP :
NAMA : DERI SYAFRIANTO
NO BP : 407
ALAMAT : SOLOK
NO HP :
NAMA : MUHAMMAD ASRA
NO BP : 407
ALAMAT : AGAM
NO HP :
NAMA : CECEN PANANSIH
NO BP : 407 017
ALAMAT : SURIAN
NO HP :
NAMA : AFRI ALI MARDI
NO BP : 407 078
ALAMAT : TALANG BUNGO
NO HP :
NAMA : ALIZAR
NO BP : 407 075
ALAMAT : ALAHAN PANJANG
NO HP :
NAMA : YOSRIZAL ADE PUTRA
NO BP : 407 095
ALAMAT : PADANG
NO HP :
NAMA : AZMI DEFRI
NO BP : 407 265
ALAMAT : PAYOKUMBUAH
NO HP :
NAMA : WINDI FEBRI CANDRA
NO BP : 407
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : RONALIZAR
NO BP : 407
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : EFENDI
NO BP : 407
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : RILLA GUSRIANA
NO BP : 407 273
ALAMAT : TEBO JAMBI
NO HP :
NAMA : SRIDALENA
NO BP : 407
ALAMAT : PESISIR SELATAN
NO HP :
NAMA : RAHMATIKA PUTRI
NO BP : 407 216
ALAMAT : BUKIT TINGGI
NO HP :
Filed under: Uncategorized
INI ADALAH FOTO WAKTU KAMI BERADA DI PANTAI AIR MANIH PADANG
DAN INI ADALAH FOTO WAKTU AKU DI DANAU SINGKARAK
INI FOTO WAKTU AKU DAN KELUARGAKU DI BUKIT TINGGI
INI FOTO KU LAGI DI MESJID BAITUL MAKMUR GANTENG BUKAN??????
INI DILOKAL INI DI KOST ALIK
WAKTU AKU DI MUSEUM
WAKTU AKU DAN SAYANG AKU DI PANTAI PASIR JAMBAK
INI ADALAH FOTO WAKTU AKU LAGI DI KAMPUNG AND DI LADANG
DAN INI ADALH FOTO WAKTU KAMI PERGI MAIN-MAIN KE PARIAMAN NAIK KERETA API TUT-TUT-TUT……….
AMPUN WATI JAN DITINJU LO LAI…
GANTENG KAN?????????????????????????????????????????
DAN INI ADALAH FOTO FAMILI AKU
WALMADRI ADIK DEN
APAK DEN KELUARGA DEN
UNI DEN
AMAK DEN MANDO DEN
INI ADALAH DANAU SINGKARAK
LOBAK
INI ADALAH DAUN SUP BAWANG
AFDAL YUSRA DAN ASRA JEFRI NALDI
DESI NURHAYATI FEBRINO
HUSNAN OKTI ROZALIA
RUSDI HARTO
AYUNDA IRSYAD SYOFIA HELDENI ALMA
ISMI NAHDATUL FAHMI RAHMAYANI
SRIFIKTI SAUMITA SUHATRI HARI YANI
SAFNI DARMAWATI NURLATIFA
CAYANG AKU
CHECHEN ARIESCO SISKA RAHMAYANTI
JAN MAMANUANG JO……..
WIDIA ASTITU RISKI MILA SARI
RABBA’ANI YONIZA ETRISNO
CECEN PANANSIH HARZALENA
ROSI MANGAMEK MANIS SENYUMNYO LAI…..
AFDAL YUSRA IDHAM KHALIK
DERI SAFRIANTO MANGA BADUO SE GO?????
MUHAMMAD ASRA FIA DAN SITIHAFSAH NASUTION
MANGA ANG JEF????????
LAI AMAN LIK???????? SAGAN AWAK NAMPAK DEK URNG
MANISNYO LAI….. SI LAH MAKAN?????
JAN BANYAK BANA GAYA JE. FIA DAKEK STEK LAI
Filed under: Uncategorized
BAB I
PENDAHULUAN
Pengajaran identik dengan pendidikan. Proses pengajaran adalah proses pendidikan.setiap kegiatan pengajaran adalah untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengajaran adalh suatu proses aktivitas mengajar dan belajar, didalamnya terdapat dua subjek yang saling terlibat, yaitu guru dan peserta didik.
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsure yang snagat fundamental dalam melaksanakan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Adanya proses yang panjang dan tertata dengan rapi serta berjenjang akan memungkinkan belajar menjadi lebih baik dan efisien. Dalam makalah ini pemakalah akan menjelaskan tentang teori-teori belajar.
BAB II
TEORI-TEORI BELAJAR
A. Pengertian Teori Belajar
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapai tujuan pendidikan hanya bergantung kepada bagaimana proses belajar yang di alami oleh murid sebagai anak didik.
Menurut Cronbach dia mengemukakan dalam bunkunya educational psychology dengan menyatakan bahwa “Belajar dengan yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu sipengajar mempergunakan panca indranya.
Menurut Witharington (1952. h. 165) “belajar merupakam perubahan kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola proses yng baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Crow and Crow dan Hilgrld. Menurut Crow and Crow (1958. h. 225) belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan , pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut hilgard (1962. h. 252) belajar adalah sutu proses dinama suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap sesuatu siatuasi.
Dari defenisi yang telah dikemukakna diatas bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan tinggkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa bwlajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.
Teori adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mempelajari atau meneliti sesuatu dalam sesuatu proses pembelajaran. Berarti teori belajar adalah cara-cara aygn digunakan untuk memahami tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
B. Aliran Psikologi Yang Mendasari Teori Belajar
R.S Jatmoko dan Rusda Sutadi (1990) mengemukakan beberapa aliran psikologi yang mendasari teori belajar masing-masing aliran mempunyai ciri-ciri tersendiri.
1. Behaviorisme
Rumpun teori ini disebut behaviorisme karena sangat menekankan perilaku atau tingkah laku yang dapat diamati. Tokohnya E.L Thorndike, Ivan Patrovich, B.F Skinner dan Bandura. Temuan penelitian para ahli ini dalam prinsipnya mempunyai kesamaan, yaitu bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena senata-mata oleh linkungan.
Adapun ciri-ciri aliran Behaviorisme ini adalah :
a) Memerintahkan pengaruh lingkungannya
b) Mementingkan bagian-bagian daripada keseluruhannya
c) Mementingkan reaksi atau psikomotor
d) Mementingkan sebab-sebab masa lampau
e) Mengutamakan mekanisme terjadinya hasil belajar
f) Mementingkan pembentukan kebiasaan
g) Mengutamakan “trial and error”
2. Kognitif
Tokohnya Kohler, Max Wertheimes, Kurt Lewin dan Bandura, dasar teori belajar tokoh ini sama. Yaitu dalam belajar terdapat kemampuan mengenal lingkungan, sehingga lingkungan tidak otomatis mempengaruhi manusia
Ciri-ciri aliran ini adalah :
a) Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
b) Mementingkan keseluruhan dari pada bagian-bagian
c) Mementingkn peranan kognitif
d) Mementingkan kondisi waktu sekarang
e) Mementingkan pembentukan struktur kognitif
f) Mengutamakan “in right” (pengertian)
3. Humanisme
Psikologi kognitif disempurnakan oleh tokoh-tokoh seperti Carl Rogers dan Frankie
Ciri-cirinya adalah :
a) Mementingkan manusia sebagai pribadi
b) Mementingkkan kebulatan pribadi
c) Mementingkan peranan kognnitif dan efektif
d) Mementingkan persepsi subjektif yang dimililki tiap individu
e) Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri
f) Mengutamakan “in singht”
4. Psikoanalisasi
Psikoanalisasi merupakan psikologi sebagai suatu ilmu tetapi untuk kepentingan pengobatan.
Ciri-ciri aliran ini adalah :
a) Proses kejiwaan meliputi proses kesadaran dan ketidaksadaran
b) Mengamati prinsip “psycie determinisme” yang berarti bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam pikiran seseorang, tidaklah secara kebetulan, melainkan karena peristiwa kejiwaan yang mendahuluinya peristiwa kejiwaan yang satu berkaitan denganperistiwa lainnya dan menimbulkan hubungan sebab akibat.
c) Proses-proses mental yang tidak disadari berfungsi lebih banyak dan lebih penting dalam kondisi mental, baik normal maupun up normal.
C. Teori-teori belajar
Kalau kita membaca literature psikologi, banyak sekali teori belajar akan kita temukan teori-teori bersumber dari teori atau aliran-aliran Psikologi. Adapun teori-teori belajar adalah sebagi berikut :
1. Teori Disiplin Plental
Sebelum abad ke-20, telah berkembang beberapa teori belajar, salah satunya adalah teori disiplin mental. Teori belajar ini dikembangkan tanpa dilandasi eksperimen, dan ini berarti dasar orientasinya adalah filosofis atau spekulatif. Namun teori-teori sebelum abad ke-20, seperti teori disiplin mental ini sampai sekarang masih ada pnengaruhnya, terutama dalam pelaksanaan pengajaran di sekolah-sekolah.
Menurut rumpun psikologi ini, individu memiliki kekuatan, kemampuan atau potensi-potensi tertentu. Balajar adalah pengembangan dari kekuatan, kemempuan dan potensi-potensi tersebut. Bagaiman proses pengembangan kekuatan-kekuatan tiap aliran atau teori mengemukakan pandanagan yang berbeda. Teori lain dari disiplin mental adalah Herbartisme. Herbart seorang psikologi jerman menyebut teorinya sebagai teori Vorstellungen. Vorstellungen dapat diterjemahkan sebagai tanggapan-tanggapan yang tersimpan dalam kesadaran.
Teori disiplin mental yang lain adalah Naturalisme Romantik dari Rousseau. Menurut Jean Jacgues Rousseau anak memiliki potensi\potensi yang masih terpendam, melalui belajar, anak harus diberi kesematan mengembangkan atau mengaktualkan potensi-potensi tersebut. Sesungguhnya anak memiliki kekuatan sendiri untuk mencari, mencoba, menemukan dan mengembangkan dirinya sendiri.
2. Teori Behaviorisme
Rumpun teori ini disebut Behaviorisme karena sangat menekankan perilaku atau tinggkah laku yang dapat diamati. Teori-teori dalam rumpun ini bersifat molecular, karena memendang kehidupan individu terdiri atas unsure-unsur seperti halnya molekul-molekul. Menurut teori ini tinggkah laku manusia tidak lain dari suatu hubungan anatara perangsang jawaban atau Stimulus Raspons. Belajar adalah pembentukan hubungan Stimulus Respons sebanyak-banyaknya. Pembentukan hubungan Stimulus Respons dilakukan melalui ulangan-ulangan.
Ada beberapa teori belajar yang termasuk pada rumpun Behavionisme ini antara lain :
a) Teori Koneksionisme
Koneksionisme merupakan teori yang paling awal dari rumpun Berhaviorisme. Teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Trhorndike (1874-1949). Menurut thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indra. Sedangkan respon yaitu reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang juga dapat berupa pikiran, perasaan atua gerakan/tindakan.
Selanjutnya dalam teori koneksionisme ini Thorndike mengemukakan hukum-hukum belajar sebagai berikut :
1) Hukum kesiapan ( Low Of Readiness )
Diman hubungan antara stimulus dan respon akan mudah terbentuk manakala ada persiapan dalam diri individu imlikasi praktis dari hukum ini adalah, bahawa keberhasialan belajar seseorang tergantnug dari ada atau tidak adanaya kesiapan.
2) Hukum latihan ( Low Of Eserdse )
Hukum ini menjelaskan kemungkinan kuat dan lemahnya hubungna stimulus dan respons. Implikasi dari hukum ini dalah makin sering pelajaran diulang, maka akan semakin dikuasainya pelajaran itu.
3) Hukum akibat ( Low Of Effect )
Hukum ini menunjuk kepada kuat atau lemahnya hubungan stimulus dan respons tergantung kepada akibat yang ditimbulkannya. Implikasi dari hukum ini adalah apabila mengharapakan agar seseorang dapat mengulangi respons yang sama, maka harus diupayakan agar menyenangkan dirinya.
b) Teori Pengkondisian ( conditioning )
Teori pengkondisian merupakan pengembangan lebih lanjut dari teori Koneksionisme. Tokoh teori ini adalah Ivan Pavlov ( 1849-1936). Ia adalah ahli Psikologi Refleksiologi dari Rusia. Sebagaiman dijelaskan oleh Hendry C Ellis, bahwa dalam prosedur penelitiannya Pavlov menggunakan laboratorium binatang sebagai tempat penelitian. Sama halnya dengan Thorndike, dia juga percaya bahwa belajar pada hewan memiliki prinsip yang sama dengan manusia. Belajar atau pembentukan perilaku perlu dibantu dengan kondisi tertentu. Belajar merupakan suatu upaya untuk mengkondisikan pembentukan suatu perilaku atau respons terhadap sesuatu.
c) Teori Penguatan ( Reinforcement )
Kalau teori pengkondisian yang diberi kondisi adalah perangsangannya, maka pada teori penguatan yang dikondisi atau diperkuat adalah responsnya.
d) Teori Operant Conditioning
Tokoh utamanya adalah Skinner. Menurut Skinner tingkah laku bukankah sekedar Respons terhadap Stimulus, tetapi merupakan suatu tindakan yang disengaja atau Operant. Ini dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya.
3. Teori Kognitive – Gestalt – Field
Teori kognitif dikembangkan oleh para ahli psikologi Kognitif. Teori ini berbeda dengan Behaviorisme, bahwa yang utama pada kehidupan manusia adalh mengetahui dan bukan respons. Teori ini menekankan pada peristiwa mental, bukan hubungan Stimulus-respons.
Teori Gestalt,berkembang dijerman dengan pendirinya yang utama adalah Max Werthaimer, menurut Gestalt belajar siswa harus memahami makna hunungan anatar satu bagian dengan bagian lainnya. Belajar adalah mencari dan mendapatkan prognanz, menemukan keteraturan, keharmonisan dari sesuatu.
Teori medan atau Field, menurut teori ini individu selalu berada dalam suatu medan atau ruang hidup. Dalam medan hidup ini ada suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi untuk mencapainya selalu ada hambatan.
Jadi perbedaan pandangan antara pendekatan Behavioristik dengan Kognitif adalah sebagai berikut :
a. Proses atau peristiwa belajar seseorang, bukan semata-mata antara ikatan Stimulus, Respons, melainkan juga melibatkan proses kognitif
b. Dalam peristiwa belajar tertentu yang sangat terbatas ruang lingkupnya misalnya belajar meniru sopan santun dimeja makan dan bertegur sapa. Peranan ranah cipta siswa tidak begitu menonjol, meskipun sesungguhnya keputusan untuk meniru atau tidak ada pada diri orang itu sendiri.
D. Manfaat Mempelajari Teori Belajar
Belajar itu berfungsi sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia. Artinya dengan ilmu dan teknologi hasil kelompok belajar manusia tertindas itu juga dapat digunakan untuk membangun benteng pertahanan. Iptek juga dapat dipakai unutk membuat senjata penangkis agresi sekelompok manusia tertentu yang mingkin bernafsu serakah atau mengalami gangguan Psycopaty yang berat watak merusak.
Sedangkan manfaat dari mempelajari teori belajar adalah dapat menimbulkan tingkah laku organisme dengan adanya hubungan antara Stimulus (rangsangan) dengan Respond an dapat memperkuat hubungan antara Stimulus dan Respon tersebut.
E. Teori Belajar dalam Perspektif Islam
1. Arti penting memori dan ilmu pengetahuan
Islam menurut Yusuf Al Qardhawi (1984) adalah akibat yang berdasarkan ilmu pengetahuan bukan berdasarkan penyerahan diri yang membabi buta. Hal ini tersirat dalam firman Allah :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
“Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah” (Muhammad : 19)
Selanjutnya, berikut ini penyusunan kutipan firman-fiman Allah baik secara Eksplisit maupun Implisit mewajibkan seseorang itu untuk belajar agar memperoleh ilmu pengetahuan :
a. Allah berfirman dalam surat Al-Zumar ayat 9 yang berbunyi :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Katakanlah : apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang berakallah yang mampu menerima pelajaran”
b. Surat Al-Isra’ ayat 36 :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu membiasakan diri daripada apa yang tidak kamu ketahui, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan daya nalar pasti akan ditanya mengenai itu”
Perintah belajar diatas, tentu saja harus dilaksanakan melalui proses kognitif dalam hal ini, system memori yang terdiri atas memori sensasi, memori jangka pendek dan memori jangka panjang berperan sangat aktif dan menentukan berhasil atau gagalnya seseorang dalam meraih pengetahuan dan keterampilan.
2. Alat Psiko- Fisik untuk belajar
Islam memendang uman manusia sebagai makhluk yang dilahirkan dalam keadaan kosong, tak berilmu pengetahuan, namun Tuhan memberikan potensi yang bersifat jasmaniah dan rohaniah untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemaslahatan umat itu sendiri.
Adapun alat-alat yang bersifat psikis seperti mata dalam hubungannya dengan kegiatan belajar merupakan subsistem yang satu sama lain berhubungan secara fungsional sebagaiman firman Allah dalam Q.S An-Nahl ayat 78 :
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan daya nalar agar kamu bersyukur”.
Kata Af-idah dalam ayat ini menurut seorang pakar tafsir Al Quran Dr Quraissy Shihab (1992) berarti daya nalar, yaitu potensi atau kemampuan berfikir logis atau kata lain “akal”. Dalam Ibnu Katsir juz 11 halaman 580 Af-idah berarti akal yang menurut sebagian orang tempatnya dijantung (Qalbu). Sedangkan sebagian lainya menyatakan bahwa Af-idah itu terdapat dalam otak (dimagh).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsure yang sangat fundamental dalam melaksanakan setiap jenis dan jenjang pendididkan. Belajar merupakan suatu proses perubahan tinggkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Teori-teori belajar :
1. Teori disiplin mental
2. Teori behaviorisme
3. Teori cognitive- gestalt- field
Aliran Psikologi yang mendasari teori belajar :
a. Behaviorisme
b. Kognitif
c. Humanisme
d. Psikoanilisasi
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini tentu banyak terdapat kekurangannya, oleh karena itu pemakalah mengharapakan kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Azhari, Ilyas. Psikologi Pendidikan. Semarang : Toha Putra. 1996
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2005
Nursyamsi. Psikologi Pendidikan. Padang : Baitul Hikmah. 2003
Http : // Riwayat. Net /
Budiningsih, Asri. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. 2005
Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2003
Filed under: Uncategorized
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam proses belajar sangat diperlukan bimbingan bagi peserta didik. Masalah belajar adalah inti dari kegiatan disekolah. Sebab semua sekolah diperuntukkan bagi berhasilnya proses belajar bagi setiap siswa yang sedang studi disekolah tersebut.
Oleh karena itu memberikan pelayanan , bimbingan di sekolah berarti pula memberikan pelayanan belajar bagi tiap siswa. Untuk lebih jelasnya pemakalah akan membahas dalam bab selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
BIMBINGAN BELAJAR BAGI SISWA
A. Pengertian Bimbingan Belajar
Bimbingan adalah suatu proses bantuan kepada anak didik yang dilakukan secra terus-menerus supaya anak didik dapat memahami dirinya sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar, sesuai dengan tuntunan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat menurut Drs. Ny Singgih D. Gunarsa tahun 1981, halaman 25.
Dengan rumusan tujuan bimbingan disekolah seperti tersebut jelaslah bahwa yang ingin dicapai dalam bimbingan adalah :
1. Kebahagiaan hidup pribadi
2. Kehidupan yang efektif dan produktif
3. Kesanggupan hidup bersama dengan orang lain
4. Keserasian antara cita-cita siswa dengan kemampuan yang dimilikinya.
Para ahli mendefenisiskan layanan bimbingan itu dengan cara yang bervariasi, namun selalu menunjukkan kepada hakekat, tujuan dan prosedur yang serupa. Dapat dikembangkan sebgai berikut :
a) Layanan bimbingan merupakan merupakan bantuan kepada individu tertentu
pernyataan bahwa layanan bimbingan hanya bersifat bantuan, mengandung arti bahwa guru (pembimbing)
bukan mengambil over masalah dan tugas, serta tanggung jawab pemecahan dari siswa (terbilang), melainkan hanya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memecahkan permasalahannya dengan tanggung jawabnya sendiri
b) Dengan layanan bantuan itu diharapkan agar individu yang bersangkutan dapat mencapai taraf perkembangan dan kebahagian yang optimal.
Pencapaian taraf perkembangan atau perubahan perilaku itu bersifat kondisional, maksudnya bergantung pada pengaruh semua factor yang memberikan kontribusi yang ada bagi proses perkembangan tersebut.
c) Layanan bimbingan merupakan suatau proses pengenalan, pemahamam, pengarahan, perwujudan penyesuaian diri.
B. Karakteristik Siswa Dalam Belajar
Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Dengan demikian penentuan tujuan belajar itu sebenarnya harus dikaitkan atau disesuaikan dengan keadaan atau karakteristik siswa itu sendiri.
Didalam karakteristik siswa ini ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal, misalnya kemampuan intelektual, kemempuan berfikir, mengucapakn hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek psikomotornya.
2. Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dari status sosial
3. Karakteristik yang berkenaan dengan perbuatan, kepribadian, seperti : sikap, perasaan, minat dan lain-lain.
Adapun karakteristik siswa yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa antara lain :
a) latar belakang pengetahuan
b) gaya belajar
c) usia kronologis
d) tingkat kematangan
e) spectrum dan ruang lingkup minat
f) lingkungan sosial ekonomi
g) hambatan lingkungan dan kebudayaan
h) intelegensia
i) keselarasan
j) prestasi belajar
k) motivasi dan lain-lain
Di samping data atau keterangan-keterangan diatas, guru dalam perenannya sebagai pendidik, pembimbing dan pengganti orang tua. Disekolah perlunya mengetahui data-data pribadi diri anak didiknya seperti :
a) Keterangan pribadi seperti, nama, alamat, nama orang tua
b) Keadaan rumah seperti, pekerjaan ibu dan bapak
c) Kesehatan
d) Sifat-sifat pribadi
C. Diagnostis Kesulitan Belajar
Diagnostis merupakan istilah teknis yang kita adopsi dari bidang medis. Menurut Thomdike dan Hagen diagnosis dapat diartikan sebagai :
1. upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit apa yang dialami seseorang dengan melalui pengkajian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya.
2. studi yang seksam terhadap fakata tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan den sebagainya yang esensial.
3. keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal
Menurut Burton kegagalan belajar adalah :
a) Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan minimal dalam pelajaran tertentu seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru
b) Siswa dikatakan gagal apabila yang bersangkutan tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi yang semestinya (berdasarkan ukuran tingkat kemampuannya, intelegensi, bakat)
c) Siswa dikatakan gagal kalau yang bersangkutan tidak dapat mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk penyesuaian sosial dengan pola organismiknya pada fase perkembangan tertentu, sepwerti yang berlaku bagi kelompok sosial dan usia yang bersangkutan
d) Siswa dikatakan gagal kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai tingkat penguasaan (level of mastery) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan pada tingkatpelajaran berikutnya.
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa seoarang siswa diduga mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi hasil belajar tertentu (berdasarkan ukuran criteria keberhasialan seperti yang dinyatakan dalam TIK atau ukuran tempat kapasitas atau kemampuan dalam program prlajaran atau tingkat perkembangannya.
Diagnostis kesulitan belajar adalah suatu proses upaya untuk memehami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan. Kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data / informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternative kemungkinan pemecahannya.
Tugas seorang guru bukan hanya sekedar menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa belajar, akan tetapi juga mendeteksi dengan cermat, apakah kegiatan-kegiatan belajar itu benar-benar telah berlangsung atau belum. Jika kita beranggapan bahwa sebagai bukti berlangsungnya kegiatan. Belajar itu adalsh terjadinya perubahan tingkah laku bagi siswa, maka penting bagi guru ialah menetapkan ceritera, seberapa jauh perubahan tingkah laku yang terjadi itu masih dapat dianggap sebagai hasil kegiatan belajar.
Atas dasar asumsi bahwa setiap yang memiliki kecakapan rata-rata (normal) akan mampu memperlihatkan terjadinya perubahan tingkah laku yang diharapkan asalkan kepada mereka diberi waktu yang sesuai dengan kecepatan belajar serta perkembangannya. Maka siswa yang belum memperlihatkan perubahan tersebut dalam waktu tertentu dianggap mengalami kesulitan belajar.
Jadi kesulitan belajar adalah hal yang menyangkut kesulitan-kesulitan yang dialami siswa untuk mencapai tujuan pengajaran yang diberikan, dalam waktu yang sesuai dengan siswa yang memiliki kecakapan rata-rata. Dari defenisi tersebut jelaslah kiranya bahwa skor rata yang tertinggi dalam sebuah kelas belum menjamin tidak adanya siswa yang mengalami kesulitan belajar, sehingga terhadap kelas seperti ini mungkin saja maish diperlukan program remedi.
Dalam memberikan bimbingan belajar guru hendaknaya memperhatikan beberapa prinsip :
1. bimbingan belajar diberikan kepada semua siswa
2. sebelum memberikan bantuan, guru terlebih dahulu harus berusaha memahami kesulitan yang dihadapi siswa, meneliti factor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan belajar
3. bimbingan belajar yang diberikan guru hendaknya disesuaikan dengan masalah serta factor-faktor yang melatarbelakanginya
4. bimbingan belajar hendaknyamenggunakan teknik yang bervariasi
5. dalam memberikan bimbingan belajar hendaknya guru bekerjasama dengan staf sekolah yang lain
6. orang tua adalah pembimbing siswa belajar dirumah
7. bimbingan belajar dapat diberikan dalam situasi belajar dikelas, dan sebagainya ataupun dalam situasi-situasi khusus baik disekolah ataupun diluar sekolah.
D. Langkah-langkah dalam diagnosis kesulitan dalam belajar
Secara umum langkah-langkah pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar selaras dengan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan belajar. Namun secara khusus langkah-langkah diagnosis kesulitan belajar itu dapat diperinci lebih lanjut, mengingat pada hakekatnya hanya merupakan slah satu bagian atau jenis bimbingan belajar.
Ross dan staniey (1956 : 332-341) menggariskan tahap-tahap diagnosis itu sebagai berikut :
1. who are the pupils having trouble?
Siapa-siapa siswa yang mengalami gangguan?
2. here are the erros located?
Dimanakah kelemahan-kelamahan itu dapat dilokalisasikan?
3. why are the erros occur?
Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi?
4. what remedies are suggested?
Penyembuhan-penyembuhan apakah yang disarankan?
5. how can erros be prevented?
Bagaimana kelemahan itu dapat dicegah?
Dari stema tersebut, tampak bahwa keempat langkah yang pertama dari diagnosis itu merupakan usaha perbaikan atau penyembuhan sedangkan langkag yang kelima merupakan usaha pencegahan.
Barton menggariskan agak lain yaitu berdasarkan kepada teknik dan instrument yang digunakan dalam pelaksanaannya sebagai berikut :
a) general diagnosis
pada tahap ini lazim dipergunakan tes baku, seperti yang diperlukan untuk evaluasi dan pengukuran psikologi dan hasil belajar. Sasarannya untuk menemukan siapakah siswa yang diduga mengalami kelemahan tertentu.
b) Analistic diagnosis
Pada tahap ini yang lazimnya digunakan ialah tes diagnostis, sasarannya untuk mengetahui dimana letak kelemahan tersebut
c) Psychological diagnosis
Pada tahap ini tahap pendekatan dan instrument yang digunakan antara lain :
1) Observasi
2) Analisis karya tulis
3) Analisis proses dan respon lisan
4) Analisis berbagai catatan objektif
5) Wawancara
6) Pendekatan laboratories dan klinis
7) Studi khusus
Hasil akhir dari layanan diagnostic kesulitan belajar baru sampai pada rekomendasi tentang kemungkinan alternatif tindakan penyembuhan, sedangkan teknik penyembuhan, khususnya yang bertalian dengan usaha remedial teaching.
Dua langkah operasional diagnostik kesulitan belajar yaitu :
a. Menandai siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar
Kalau kita menggunakan criterion referenced (pap) dengan berasumsi bahwa instrumen evaluasi atau soal yang kita pergunakan telah dikembangkan dengan memenuhi syarat, caranya dapat kita tempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Tetapkan angka nilai kualifikasi minimal yang dapat diterima sebagai batas lulus
2. Kemudian bandingkan angka nilai dari setiap siswa dengan angka niali batas lulus tersebut
3. Himpunlah semua siswa yang angka nilai prestasinya dibawah nilai batas lulus tersebut
4. Kalau mau mengadakan prioritas layanan kepada mereka yang diduga paling berat kesulitannya atau paling banyak membuat kesalahan, sebaiknya kita membuat rengking
dengan cara diatas maka kita bisa menandai :
- Kelas atau kelompok siswa tertentu sebagai kasus
- Individu-individu siswa sebagai kasus
Dengan hasil penandaan itu maka dapat dikatakan bahwa kelas atau individu-individu tersebut memerlukan bimbingan belajar karena prestasinya belum memenuhi apa yang diharapkan
Alternatif kedua, kita menggunakan norm-referenses dimana nilai prestasi rata-rata yang dijadikan ukuran pembanding bagi setiap nilai prestasi siswa secara individual. Dengan jalan demikian, maka kita akan mendapatkan sejumlah siswa kasus yang diduga mengalami kesulitan belajar karena jauh berbeda dibandingkan dengan rata-rata prestasi kelasnya.
b. Melokalisasikan letak kesulitan (permasalahan)
Setelah kita menemukan kelas atau individu siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar maka persoalan selanjutnya yang diperlukan adalah :
1. mendeteksi kesulitan belajar pada bidang studi tertentu
2. mendeteksi pada keluasan tujuan belajar dan bagian ruang lingkup bahan pelajaran manakah kesulitan terjadi
3. analisis terhadap catatan mengenai proses belajar.
Menurut Burton factor penyebab kesulitan belajar sebagai berikut :
a. Factor-faktor yang terdapat dalam siswa
1. Kelemahan secara fisik
a) suatu pusat susunan syaraf tidak berkembang secara sempurna
b) ketidak seimbangan perkembangan dan reproduksi
2. Kelemahan-kelemahan secra mental
a) taraf kecerdasannya memang kurang
b) kurang semangat, kurang usaha
3. Kelemahan-kelemahan emosional
a) terdapatnya rasa tidak aman
b) penyesuaian yang salah terhadap orang-orang situasi dan tuntutan-tuntutan tugas dan lingkungan
c) tercekam rasa phobia (takut, benci dan ontipati)
d) ketidakmatangan
4. Kelemahan-kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap yang salah antara lain :
a) tidak menentu dan kurang menaruh minat terhadap pekerjaan-pekerjaan sekolah
b) banyak melakukan aktifitas yang bertentangan dan tidak menunjang pekerjajan sekolah, menolak atau malas belajar
c) sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran
d) nervous
5. Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan dasar yang diperlukan seperti :
a) ketidak mampuan membaca, menghitung
b) memiliki kebiasaan belajar dan cara bekerja yang salah.
b. Factor-faktor yang terletak diluar siswa
1. Kurikulum yang seragam, bahan dan buku-buku sumber yang tidak sesuai dengan tongkat-tingkat kematangan dan perbedaan-perbedaan individu
2. Ketidak suksesan standar adminisratif, penilaian pengelolaan kegiatan dan pengalaman belajar-mengajar
3. Terlalu berat bahan belajar dan mengajar
4. Terlalu besar populasi siswa dalam kelas
5. Terlalu banuyak kegiatan diluar jam pelajaran sekolah.
E. Program Remedial dan Pengayaan
Remedial teaching atau perbaikan adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau dengan singkat pengajaran yang membuat menjadi baik.
Kegiatan remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Sesuai dengan pengertiannya, tujuan kegiatan remedial ialah membanti siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, fungsi kegiatan remedial adalah :
1. Memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru (fungsi korektif)
2. Meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya (fungsi pemehaman)
3. Menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa (fungsi penyesuaian)
4. Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran (fungsi ekselerasi)
5. Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosial, pribadi (fungsi terapeutik)
Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan, setelah kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasa.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah :
a) analisis hasil diagnosis kesulitan belajar
b) menetukan penyebab kesulitan
c) melaksanakan kegiatan remedial
d) menyusun rencana kegiatan remedial
e) menilai kegiatan remedial
Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memenfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Layanan ini dikenakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat, dengan cara :
- pemberian tugas / pekerjaan rumah
- pemberian tugas / soal dikerjakan di kelas
Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
Tugas yang dapat diberikan guru kepada siswa yang mrngikuti kegiatan pengayaan diantaranya adalah, memberiakan kesempatan menjadi tutor sebaya, megembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas, membuat hasil karya, melekukan suatu proyek, membahas masalah, atau mengerjakan permainan yang harus diselesaikan siswa. Adapun kegiatan yang dipilih guru, handaknya kegiatan pengayaan tersebut menyenagkan dan mengembangkan kemampuan kognitif tinggi sehingga mendorong siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bimbingan adalah suatu proses bantuan kepada anak didik yang dilakukan secara terus menerus supaya anaj didik dapat memahami dirinya sendiri, sehingga sanggup mengarahkan diri dan bertingkah laku yang wajar.
Langkah-langkah dalam diagnosis kesulitan belajar :
1. Who are the pupils having trouble?
2. Here are the erros located?
3. Why are the erros occur?
4. What remedies are suggested?
5. How can erros be prevented?
Remedial adalah kegiatan yang ditujukan untuk mambantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dan menguasai materi pelajaran.
Kegiatan pengayaan adalah yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara aptimal dengan mememfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini tentu masiah banayk terdapat kekurangan. Pemakalah mengharapakan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. 2004
Makmur, Abin Syamsuddin. Psikologi kependidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2005
Sudurman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarata : Raja Grafindo Persada. 1996
Http: // Bugisha. Blogspot. Com
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. 2005
Http : // Massofa. Wordpres. Com








